Minggu, 26 Oktober 2014

Saying Image

-

Bukannya menyerah, tetapi takdir yang berbicara
Bukan saatnya jatuh, meski semangat sudah tak utuh
Bulatkan tekad, bungkam rasa malas
Terus melangkah, buat bumi meronta
Tunjukkan bahwa diri ini bukan seorang pecundang!

Rabu, 15 Oktober 2014

Sanubari #1

Aku pergi
Seperti seorang pengelana
Mungkin aku telah tiada
Mungkin juga tak membekas

"Bodoh!"

Kata itulah yang selalu terucap di hatiku yang payau
Bertabur risau
Tak lepas puing-puing penyesalan

"Salahkah aku bermimpi?"

Jerit hatiku yang menangis dalam rintihan sendu
Sendiri bersama kepingan harapan
Berdiri tanpa angan
Meratapi jatuhnya rasa semangat yang bergejolak. Dulu






Sabtu, 26 April 2014

Self(ish) Note

Sepatah-kata keluar tanpa henti
Protes diri mengapa ini terjadi
Berhenti bermimpi
Mulai beraksi, memberi arti
Hempas dunia, tunjukkan bukti
Bahwa diri ini bukanlah seorang pecundang


Bukanlah masalah berada dibawah
Meski tak dianggap
Ataupun tak digurau
Dihina dan diremehkan
Dibenci apalagi dikucilkan
Aku akan tetap menerimamu kawan


Pergi tuk kembali, atau pergi tak kembali
Tetapi kapan?
Haruskah aku menunggu dengan seksama
Menanti datangnya senyummu
candamu, tawamu, semuanya
Maafkan aku akan keegoisanku yang terus mengeluh


Tetap produktif meski hati tak kunjung kondusif
Membuka mata, membuka jiwa, memberi harapan
Gapai tujuan, tembus batas, lewati awan
semangat!


Tentu saja karena kita memang manusia


Mungkin aku tidak punya pandangan tentang dunia
Apa yang aku lakukan mungkin juga sia-sia
Aku sudah lelah dengan kegagalan yang terus menerpa
Apakah aku manusia yang gagal?
Maafkan aku akan keegoisanku yang terus mengeluh


Sabtu, 05 April 2014


"Tak ada yang salah disaat hujan turun
Walaupun entah kapan sang mentari akan datang
Ataupun pelangi yang tak kunjung menghibur."

Jumat, 14 Maret 2014

Nakal

Pagi itu, di hari yang cerah, matahari begitu manja menyebar sinar dan kilaunya, begitu juga bunga-bunga yang menyambut mesra, dan tentu saja, Pak Khalil yang rumahnya depanku, mem-bleyer sepeda motornya begitu matahari datang.
“Ah, masih sama seperti biasanya.” Kataku

-

LAGI PANAS, BOBI BIKIN ULAH LAGI CUK

Udah ah, lupain.

Oh iya, udah lama enggak ngepost cerita, post aja ah, mumpung tiba-tiba inget assassin creed, iya tadi barusan maen gamenya. ceritanya mau kubuat pake jalan cerita sendiri, beda, lain daripada yang lain, hehe, biar kayak novelis terkenal *wanjiiir

Yok begadang!

Rabu, 12 Maret 2014

Klasirius

aku sebagai remaja, terutama remaja laki-laki, banyak menemukan hal yang sebenarnya masih ngambang. beberapa hukum islam yang masih subhat, ataupun pendapat berbagai ustadz yang berbeda-beda, sering sekali terdengar kata, "jare ustadzku ngene." "jare bapakku ngene." "jare ustadzku ora i, jarene ngene." bingung, harus apa, apalagi kalau diibaratkan, seorang remaja lelaki itu adalah jungkat-jungkit, remaja lelaki sendiri, butuh teman, bimbingan, guru, pelopor, melawan beban masa depan, mental, dan kehitaman di masa depannya. Goyang dikit, lepas sedikit, sudah.

Aku ambil satu contoh, yaitu soal skin rambut.